Jumat, 13 Desember 2013

Paradigma Anak Teknik: Mengapa Beda dengan Nonteknik?

picture source: http://inet113111214.files.wordpress.com

Sering sekali kita mendengar perkataan orang yang membanding-bandingkan mahasiswa teknik dengan nonteknik. Masalah jam malam, kebiasaan, style, mindset, dan berbagai aspek lainnya acapkali mengisi kolom perbandingan “teknik-nonteknik”.
Nah, kali ini, saya akan membahas mengenai kolom “mahasiswa teknik” dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa teknik (hehehe).

1.      “Pulangnya larut malam, berangkat kelewat pagi”
Ini salah satu habit yang terkenal banget di kalangan anak teknik, dan sering dibandingkan dengan anak nonteknik yang “pulang lebih awal”. Eits, jangan salah! Pulang malam dan berangkat pagi itu juga ada alasannya, terutama alasan tugas. Mungkin karena tugasnya kelompokan, selesainya baru larut malam. Atau mungkin juga ingin memanfaatkan Wi-Fi kampus sebaik-baiknya hingga selesai tugasnya larut malam. Karena sudah sering begini, akhirnya mahasiswanya jadi terbiasa.
Berangkat kelewat pagi? Iyalah, jadwal kuliahnya pagi kok, masa’ nggak kuliah? :p

2.      “Setiap hari berasa hari Senin, tugas melulu”
Namanya mahasiswa, masa’ nggak ada tugas? Perlu diingat bahwa field study-nya teknik dan nonteknik beda, jenis tugasnya juga beda. Anak teknik tugasnya cenderung aplikatif dan perlu riset lapangan, dan riset lapangan of course perlu waktu. Jadi bukan hanya dikerjakan dengan buku setebal 10 cm di kamar kos selama 1 malam.

3.       “Anak lapangan banget
Nah, kembali lagi seperti sebelumnya, field study anak teknik dan nonteknik memang beda. Teknik lebih aplikatif, makanya cenderung suka bekerja langsung di lapangan.

4.      “Pikirannya sistem banget, sampai apa-apa harus ada prosedurnya”
Ilmu yang diterima seseorang mempengaruhi mindset. Kalimat ini berlaku juga di sini. Anak teknik cenderung bekerja secara lapangan. Dan kerja lapangan pasti perlu prosedur. Pemikiran sistematis dan sesuai prosedur inilah yang tumbuh di diri masing-masing anak teknik, sehingga seserabutan apapun seorang mahasiswa teknik, pikirannya pasti sistematis dalam mengerjakan tugas.

5.      Nggak stylish, badan nggak diurusin, jarang mandi gara-gara kebanyakan tugas”
Nah, lho, ini nih yang biasanya suka dibanding-bandingkan, terutama cewek. Mahasiswa perempuan yang teknik identik dengan celana panjang atau rok panjang dengan atasan panjang, sedangkan anak nonteknik bajunya lebih beragam.  Sebenarnya bukan karena anak teknik yang “cupu” atau anak nonteknik yang “terlalu liberal”. Ini masalah lingkungan studi. Lingkungan anak teknik cenderung “seperti laki-laki” yang woles, santai, easy going, dan notabene fleksibel untuk mengerjakan apapun ketika sewaktu-waktu harus pergi ke mana-mana. Makanya, penampilan juga harus mendukung aktivitas.

Yah, itu baru sebagian kecil dari perbedaan yang sering dibicarakan. Sebenarnya, anak teknik-nonteknik tidak bisa dibeda-bedakan, karena memang beda. Meski begitu, setiap perbedaan yang ada pada mereka pasti memiliki alasan yang relevan dan memang itulah diri mereka. Selama tidak ada yang dirugikan karena perbedaan itu, tidak masalah kan?