picture source: http://inet113111214.files.wordpress.com
Sering sekali kita mendengar
perkataan orang yang membanding-bandingkan mahasiswa teknik dengan nonteknik.
Masalah jam malam, kebiasaan, style, mindset, dan berbagai aspek lainnya acapkali
mengisi kolom perbandingan “teknik-nonteknik”.
Nah, kali ini, saya akan membahas
mengenai kolom “mahasiswa teknik” dari sudut pandang saya sebagai mahasiswa
teknik (hehehe).
1. “Pulangnya
larut malam, berangkat kelewat pagi”
Ini salah satu habit yang
terkenal banget di kalangan anak
teknik, dan sering dibandingkan dengan anak nonteknik yang “pulang lebih awal”.
Eits, jangan salah! Pulang malam dan berangkat pagi itu juga ada alasannya,
terutama alasan tugas. Mungkin karena tugasnya kelompokan, selesainya baru
larut malam. Atau mungkin juga ingin memanfaatkan Wi-Fi kampus sebaik-baiknya
hingga selesai tugasnya larut malam. Karena sudah sering begini, akhirnya
mahasiswanya jadi terbiasa.
Berangkat kelewat pagi? Iyalah, jadwal kuliahnya pagi kok,
masa’ nggak kuliah? :p
2. “Setiap
hari berasa hari Senin, tugas melulu”
Namanya mahasiswa, masa’ nggak
ada tugas? Perlu diingat bahwa field
study-nya teknik dan nonteknik beda, jenis tugasnya juga beda. Anak teknik
tugasnya cenderung aplikatif dan perlu riset lapangan, dan riset lapangan of course perlu waktu. Jadi bukan hanya
dikerjakan dengan buku setebal 10 cm di kamar kos selama 1 malam.
3. “Anak lapangan banget”
Nah, kembali lagi seperti sebelumnya, field study anak teknik dan nonteknik memang beda. Teknik lebih
aplikatif, makanya cenderung suka bekerja langsung di lapangan.
4. “Pikirannya
sistem banget, sampai apa-apa harus
ada prosedurnya”
Ilmu yang diterima seseorang mempengaruhi mindset. Kalimat ini berlaku juga di
sini. Anak teknik cenderung bekerja secara lapangan. Dan kerja lapangan pasti
perlu prosedur. Pemikiran sistematis dan sesuai prosedur inilah yang tumbuh di
diri masing-masing anak teknik, sehingga seserabutan apapun seorang mahasiswa
teknik, pikirannya pasti sistematis dalam mengerjakan tugas.
5. “ Nggak stylish, badan nggak diurusin, jarang mandi gara-gara
kebanyakan tugas”
Nah, lho, ini nih yang biasanya suka dibanding-bandingkan,
terutama cewek. Mahasiswa perempuan yang teknik identik dengan celana panjang
atau rok panjang dengan atasan panjang, sedangkan anak nonteknik bajunya lebih
beragam. Sebenarnya bukan karena anak
teknik yang “cupu” atau anak nonteknik yang “terlalu liberal”. Ini masalah
lingkungan studi. Lingkungan anak teknik cenderung “seperti laki-laki” yang woles, santai, easy going, dan notabene fleksibel untuk mengerjakan apapun ketika
sewaktu-waktu harus pergi ke mana-mana. Makanya, penampilan juga harus
mendukung aktivitas.
Yah, itu baru sebagian kecil dari perbedaan yang sering
dibicarakan. Sebenarnya, anak teknik-nonteknik tidak bisa
dibeda-bedakan, karena memang beda. Meski begitu, setiap perbedaan yang ada
pada mereka pasti memiliki alasan yang relevan dan memang itulah diri mereka.
Selama tidak ada yang dirugikan karena perbedaan itu, tidak masalah kan?
